TERORIS ITU BERNAMA SEKOLAH

unduhanKetika membeli nasi pecel saya berbincang-bincang pada sekelompok siswa berseragam yang lagi nongkrong di warung “mas kok gak masuk kelas, ini kan jam pelajaran?” Dengan entengnya siswa-siswa tersebut menjawab dengan berbagai alasan “males, banyak PR, takut ke sekolah, gurunya gak enak, takut dihukum karena telat masuk”.

Fenomena di atas sering memunculkan pertanyaan, ada apa dengan siswa kita? Bahkan sering kali kita menghakimi bahwa siswa seperti itu adalah siswa nakal. Dengan demikian siswa selalu menjadi objek kesalahan yang mereka perbuat.

Padahal dari kacamata akademik itu adalah penilaian subjektif yang hanya memandang siswa sebagai pelaku. Masyarakat tidak bisa menyalahkan sepenuhnya problem schoolphobia seperti ini pada siswa. Karena pada dasarnya siswa hidup pada entitas masyarakat yang satu dan lainnya saling mempengaruhi. Apalagi dilihat dari aspek psikologis, masa remaja adalah masa pencarian identitas diri yang fluktuatif, terkadang menemukan siapa dirinya dan terkadang kehilangan jati dirinya.

Dalam pandangan da Feltre, tokoh aliran pendidikan Humanisme, sesungguhnya siswa tersebut adalah “korban”, korban egoisme sekolah. Pendidikan yang di negeri ini biasa diidentikkan dengan sekolah seharusnya menyenangkan. Karena pada prinsipnya, kesenangan, cinta adalah modal awal yang membangun gairah dan komitmen siswa untuk terus membuka serta membaca lembaran buku pelajaran dan mencoba mengamalkan apa yang telah dipelajarinya. Kesenangan siswa dengan mata pelajaran mate-matika misalnya, akan membangkitkan gairah belajar mate-matika.

Artinya, ketika siswa melarikan diri dari komunitas sekolah, bisa jadi mereka tidak menemukan kenyamanan dan kesenangan ketika mereka berada di sekolah. Bagaimana mungkin mereka senang dan ikhlas pergi ke sekolah kalau kemudian di sekolah mereka mendapati guru-guru yang menakutkan, killer, tidak bersahabat dan tidak mau memahami keinginan dan karakter siswa.

Dalam kondisi seperti ini, sekolah kemudian menjadi penjara baru buat siswa. Siswa yang baru pulang atau lulus dari sekolah akhirnya menjadi residivis intelektual yang terkadang justru kehadirannya di tengah masyarakat tidak memberikan manfaat tetapi membawa mudhorot. Lingkungan keluarga dan masyarakat akhirnya menjadi sasaran pelampiasan kekecewaannya.

Ketidakpuasan terhadap kinerja sekolah ternyata terjadi tidak hanya sekarang, tapi juga telah terjadi di awal abad 19. Munculnya istilah homeschooling pada tahun 1912 yang dimotori oleh A.A. Berle, adalah salah satu bentuk ketidakpuasan dan kegagalan atas sistem pendidikan massal atau sekolah saat itu. Wali murid yang pada saat itu mempercayakan anaknya untuk dididik sekolah akhirnya menarik kembali mandatnya. Puncak ketidakpercayaan terhadap sekolah terjadi pada tahun 1970-an ketika Everett Reimer mempertanyakan sekolah melalui bukunya, School is dead, Ivan Illich dengan karyanya, Deschooling Society, dan No More Public School oleh Harold Bennet.

Da Feltre menyarankan agar dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan permainan. Permainan adalah salah satu model yang bisa membuat siswa menjadi lebih tertarik dengan pelajaran dan sekolah.

Pestalozi juga mengatakan seni sekolah sebagai pendidik adalah seni seorang tukang kebun. Artinya bahwa sekolah hanya merawat, apa yang diberikan sekolah harus sesuai perkembangan siswa. Sekolah tidak berhak memaksa sepenuhnya atas siswa. Namun jika siswa melanggar peraturan yang telah disepakati bersama, maka proses elegan yang dipakai untuk menyelesaikannya adalah dengan 3 H’s (head, heart, and hand).

Kerena itu Frobel menyarankan bahwa sekolah harus menerapkan tiga semboyan “friede, freude, freiheit” (damai, gembira dan merdeka) agar kehadirannya selalu dirindukan dan tidak menjadi monster serta lembaga teror. Jika di sekolah selalu ada kedamaian, senyum kegembiraan mengembang di setiap pojok sekolah, dan anak diberikan kemerdekaan untuk menentukan cita-citanya dan cara belajarnya, maka bukan mustahil idealisme Madrasatii Jannatii (sekolahku adalah surgaku) bisa tercapai.

 

REFERENSI:

- Koran gak genah, luset muwel-muwel and sobek-sobek lagi

Studi Visual ke Gunung Kelud

Studi keludStudi Gunung Kelud Siswa SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih

Kreatifitas mengajar

SD MUTU.jpg8

Studi Visual ke KBS 2014

Sebagai langkah memvisualkan secara nyata pelajaran di sekolah maka digagaslah kegiatan “Studi Visual ke KBS”. Dengan mengambil tema transportasi khususnya kereta api, maka siswa SD Mutu Ngadiluwih berangkat ke Surabaya dalam dua gelombang. Gelombang pertama yaitu untuk kelas 1-3 pada hari Selasa, 4 Maret 2014. Sedangkan untuk gelombang kedua kelas 4-5 pada hari Rabu, 12 Maret 2014. Kelas 6 yang mulanya direncanakan ikut, harus merelakan tidak ikut karena bebarengan dengan jadwal Tryout.

Babak Penyisihan KMNR 9

Seorang anak masuk ke kelasnya dengan wajah ceria  pagi ini, maklumlah hari ini adalah jadwal diadakannya Babak Penyisihan KMNR ke 9 untuk kelas 1-6, dan kebetulan kali ini diadakan sendiri di SD Mutu. KMNR sendiri adalah kependekan dari Kompetisi Matematika Nalaria Realistik yang notabene kompetisi ini diadakan rutin setiap tahunnya. Kompetisi ini diselenggarakan oleh KPM (Klinik Pendidikan MIPA).

Jam 08.00 tepat para siswa mulai mengerjakan soal-soal tersebut dan hanya diberi waktu 1 jam. Para siswa mulai tampak serius, ada yang mencorat-coret di kertas hitungannya, ada yang berpikir sambil pandangan menerawang, ada yang sambil garuk-garuk kepala. Yah, memang begitulah tingkah polah anak.

Segala kemampuan dikerahkan untuk menyelesaikan soal-soal yang ada. Beberapa anak berpendapat mudah dalam menemukan jawabannya, namun beberapa yang lainnya ada yang mengatakan sebaliknya. Memang kemampuan anak berbeda-beda. Namun semua berhadap hasil pekerjaan yang mereka kerjakan tanggal 20 Pebruari 2014 ini akan memuaskan, dan nanti saat pengumuman tanggal 13 Maret 2014 mereka bisa lolos ke babak selanjutnya yang akan diadakan di Surabaya. Aamiin

BROSUR PENDAFTARAN MURID BARU

Outbond ke Ubalan

Oleh : Dilla Rara Puspita
Hari Rabu aku dan teman-temanku ke Ubalan. Aku berangkat pukul 07.30 dan sampai di sana pukul 08.00. Setelah sampai, aku dan teman-teman diajak jalan-jalan. Di sana aku melihat monyet, merak, dan ikan. Lalu aku istirahat dan makan jajan yang telah aku bawa dari rumah.
Di sana aku dan teman-teman juga diajak bermain. Permainannya antara lain adalah lompat arah, main jari, perang-perangan dan lain-lain, pokoknya seru. Setelah selesai bermain aku dan teman-teman boleh berenang di kolam renang. Aku diajari renang oleh Amanda. Sekitar satu jam aku berada di kolam renang. Setelah puas berenang lalu aku ganti baju, lalu makan siang bersama teman-temanku.
Setelah perut terasa kenyang tak lupa aku melaksanakan kewajiban sholat di mushola yang ada. Setelahnya aku sempat memberi makan monyet dan burung kasuari yang kandangnya ada di samping musholla.
Menjelang setengah satu aku bersama teman-temanku baris untuk antre masuk angkot dan pulang. Tapi di perjalanan ada orang yang mengangkut ampas tahu dan baunya tidak enak sekali.

SELAMAT IDUL FITRI 1432 H

Segenap Keluarga Besar SD Mutu Ngadiluwih Kediri mengucapkan : TAQOBALALLAHU MINNA WA MINKUM TAQOBAL YAA KARIIM
MINAL ‘AIDZIN WAL FAIZIN … Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Zakat Fitrah: Hikmah dan Petunjuk Pelaksanaannya

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, rahmat bagi semesta alam, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Zakat fitrah adalah zakat/sedekah yang diwajibkan untuk dikeluarkan dengan selesainya puasa bulan Ramadhan. Hal ini sebagai pembersih bagi seorang shaim atas puasanya dari perbuatan sia-sia dan perkataan buruk.

Pengumuman Libur Hari Raya

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sehubungan dengan perayaan hari raya Idul Fitri 1432 H, maka kegiatan belajar mengajar diliburkan mulai tanggal 24 Agustus 2011 M sampai dengan tanggal 7 September 2011 M. Masuk kembali mulai tanggal 8 September 2011 M.

Demikian pemberitahuan ini disampaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.